Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia

Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia
Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia

Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia

Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia – Transfer-Transfer Terburuk yang Pernah Terjadi di Sepakbola Indonesia

Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia
Transfer Pemain Gagal update terbaru hari ini Indonesia

Bursa transfer pemain asing putaran kedua Liga 1 2018 sudah dibuka. Meski memang hanya sebentar, klub-klub peserta harus waspada dalam merekrut pemain-pemain asing. Tujuh transfer buruk di bawah ini menjadi alasannya…

Awal April lalu, Persib Bandung mengejutkan publik sepakbola tanah air. Tiba-tiba saja tim Maung Bandung itu berhasil mendatangkan dua pemain eks Premier League, Michael Essien dan Carlton Cole. Tapi setelah sekitar 3 bulan sejak ketibaan mereka di Indonesia, permainan kedua pemain itu dianggap tak begitu memuaskan, terutama bagi manajemen Persib.

Essien sejatinya tak begitu mengecewakan. Meski belum mampu membawa Persib bersaing di tangga juara, permainannya di lini tengah Persib cukup menunjukkan kualitas sebagaimana label yang menempel padanya. Dan tentu saja, nama besar Essien yang pernah membela Chelsea dan Real Madrid mampu membuat nama Persib yang sudah populer, menjadi kian populer. Orang-orang luar Indonesia akan penasaran melihat ada nama ‘Persib Bandung’ di rentetan daftar klub Essien dalam Wikipedia, sehingga mungkin mereka akan turut mencari tahu klub macam apa Persib itu.

Jika Essien cukup sukses, setidaknya untuk menaikkan popularitas Persib, lain halnya dengan Carlton Cole. Nasib pemain asal Inggris itu sangat memprihatinkan. Setelah gagal meraih tempat di skuat inti Persib, namanya semakin hari semakin diacuhkan.

Ia beberapa kali hendak dilepas, namun entah kenapa Persib urung melakukannya. Menariknya, dalam laga melawan Perseru Serui akhir pekan lalu, Cole akhirnya menjadi starter meski tak memberikan gol dalam kekalahan Maung Bandung di Serui.

Meski memang tak ‘terlihatnya’ Cole bukan semata-mata karena penampilannya yang buruk – saya menyebut demikian lantaran ia jarang diberi kesempatan – perekrutan Cole jelas merupakan sebuah kegagalan. Bahkan, mantan pelatih Persib Djadjang Nurjaman pun secara terang-terangan menyebut Cole demikian. “Cole jauh dari ekspektasi. Kalau boleh dikatakan dia adalah pembelian yang gagal, jadi sekali lagi soal rekrutmen menjadi tanggung jawab saya,” ujarnya suatu waktu.

Cole tentu bukan satu-satunya. Di sepakbola Indonesia era profesional, tercatat ada sejumlah pemain yang juga dianggap sebagai rekrutan gagal. Siapa saja?

MARCUS BENT (MITRA KUKAR)

MARCUS BENT (MITRA KUKAR)
MARCUS BENT (MITRA KUKAR)

Pada musim 2011/12, Mitra Kukar mengejutkan publik sepakbola Indonesia dengan berhasil mendatangkan Marcus Bent, penyerang asal Inggris. Sepanjang kariernya, ia malang-melintang di klub-klub Premier League seperti Everton, Charlton Athletic, Wigan Athletic, Birmingham City, dan Queens Park Rangers.

Namun, bersama Mitra Kukar, ia tidak bisa menunjukkan performa optimal. Setelah hanya mencetak empat gol dan kalah bersaing dengan Jajang Mulyana, Bent langsung dilepas ketika kompetisi belum usai. Bent dianggap tidak cocok dengan gaya bermain sepakbola Indonesia, khususnya pada skema permainan Simon McMenemy, pelatih Mitra Kukar kala itu. Ia dicap sebagai pembelian gagal.

HERMAN DZUMAFO (SRIWIJAYA FC)

HERMAN DZUMAFO (SRIWIJAYA FC)
HERMAN DZUMAFO (SRIWIJAYA FC)

Ketika manajemen Sriwijaya melepas Hilton Moreira ke Persib Bandung dan menggantikannya dengan Herman Dzumafo pada putaran kedua Liga Indonesia 2013, para pendukung menghujani kritik. Pertama, mereka melihat bahwa Dzumafo memiliki posisi yang sama dengan Boakay Eddie Foday, penyerang Sriwijaya yang sudah bergabung sejak putaran pertama. Kedua, Hilton sudah nyetel dengan Tantan dan juga Boakay. Dan yang paling penting, Dzumafo dianggap tidak cocok dengan skema pelatih Kas Hartadi yang menuntut pergerakan cair di lini depan.

Apa yang ditakutkan para pendukung Sriwijaya benar-benar terjadi. Ia tidak mampu membantu tim asal Palembang itu bersaing di tangga juara serta secara individu kesulitan mencetak gol. Selain itu, kedatangan Dzumafo berdampak pada strategi Sriwijaya yang sedikit berubah.

JUAN BELENCOSO (PERSIB BANDUNG)

JUAN BELENCOSO (PERSIB BANDUNG)
JUAN BELENCOSO (PERSIB BANDUNG)

Juan Beloncoso disebut-sebut memiliki bandrol sebesar Rp6 miliar ketika didatangkan Persib pada ISC A tahun lalu. Itu tak mengherankan, sebab statistik Belencoso di klub-klub sebelumnya memang luar biasa. Selama dua musim bersama Kitchee FC, ia sukses mencetak 30 gol. Bahkan satu tahun sebelum kedatangannya ke Persib, ia menjadi pencetak gol terbanyak Piala AFC dengan 11 gol. Tak ayal, harapan tinggi digantungkan kepada sosok bertubuh jangkung ini.

Namun, penampilannya bersama Persib dianggap tidak menggambarkan banderol dan torehan yang ia raih di klub sebelumnya. ISC belum usai, ia dikabarkan sudah akan didepak. Bahkan tanda-tanda tersebut sudah muncul sejak putaran pertama ISC masih bergulir. Baik jajaran manajemen maupun pelatih seperti hendak melepas pemain ini cepat-cepat.

Sebagian pihak sejatinya menganggap apa yang diterima Belencoso merupakan bentuk ketidakadilan. Tagar #SaveBelencoso sebagai bentuk ketidaksetujuan para pendukung atas rencana pencoretan Belencoso. Meski begitu, pencoretan tersebut tak bisa dihindarkan. Belencoso didepak ketika memasuki putaran kedua ISC A.

AGU CASMIR (PERSEBAYA)

AGU CASMIR (PERSEBAYA)
AGU CASMIR (PERSEBAYA)

Persebaya memiliki target besar untuk berada di papan atas pada ISL 2014. Untuk itu, mereka mendatangkan sejumlah pemain berkualitas. Salah satunya adalah penyerang asing berkebangsaan Singapura, Agu Casmir. Harapannya, sebagaimana diungkapkan pelatih Rahmad Darmawan, Agu dapat menjadi pendamping ideal bagi Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne di lini depan.

Namun, kiprahnya di tim asal Surabaya itu tak berlangsung lama, hanya setengah musim. Ia dicoret dari skuat setelah dianggap tidak memberikan kontribusi maksimal dengan statusnya sebagai pemain asing.

IVAN BOSNJAK (PERSIJA)

IVAN BOSNJAK (PERSIJA)
IVAN BOSNJAK (PERSIJA)

Ivan Bosnjak gagal menunjukkan permainan terbaiknya bersama Persija pada 2014 lalu. Dalam 14 laga, penyerang berusia 37 tahun itu hanya mampu menyarangkan 4 gol. Padahal, sebelumnya ia dianggap mampu menjadi solusi tumpulnya lini depan Persija. Pelatih Persija saat itu, Benny Dollo, bahkan mengakuinya.

Ivan sejatinya memang punya prestasi gemilang sebagai pemain depan. Ia pernah bermain di beberapa klub Eropa, salah satunya adalah Dinamo Zagreb. Selama dua musim di klub tersebut, ia turut mempersembahkan gelar juara Liga Kroasia dan sempat pula menjadi pencetak gol terbanyak. Selain itu, namanya tercatat pernah membela timnas Kroasia pada Piala Dunia 2006.

EDMAR GARCIA (AREMA)

EDMAR GARCIA (AREMA)
EDMAR GARCIA (AREMA)

Ketika pertama kali didatangkan pada putaran kedua ISL 2013, Edmar Garcia diprediksi mampu menjadi kreator dan menambah variasi di lini serang Arema. Alasannya, pemain asal Australia keturunan Angola ini dianggap memiliki kecepatan dan akurasi operan di atas rata-rata.

Namun, ia justru dianggap sebagai rekrutan gagal. Penampilannya bersama Singo Edan yang tidak mencerminkan harapan yang dibebankan padanya, membuat Edmar lebih sering berada di bangku cadangan. Jumlah penampilannya di Arema tak lebih dari lima laga dan tak menghasilkan satu gol pun.

ANMAR ALMUBARAKI (PERSIBA BALIKPAPAN)

ANMAR ALMUBARAKI (PERSIBA BALIKPAPAN)
ANMAR ALMUBARAKI (PERSIBA BALIKPAPAN)

Anmar Almubaraki dianggap sebagai rekrutan gagal dan langsung dicoret manajemen Persiba sebelum memasuki putaran kedua Liga 1 musim ini. Berstatus marquee player, ia dianggap tidak mampu memenuhi ekspektasi manajemen dan mendongkrak permainan Persiba.

Penampilan buruk Persiba yang berdampak pada terdamparnya mereka di dasar klasemen musim ini jelas bukan hanya karena Anmar. Namun, sebagai penyerang, ia seharusnya bisa menjadi tumpuan tim dalam mendulang gol. Terlebih, ia berstatus marquee player. Dari 14 penampilan, pemain asal Irak itu hanya mampu mendulang 1 gol.